Penjualan Kawasaki Athlete Pro Semakin Lesu

Penjualan Kawasaki Athlete Pro Semakin Lesu

Motor bebek underbone lansiran Kawasaki, yaitu Kawasaki Athlete Pro yang diyakini merupakan baby Kawasaki Ninja tersebut penjualannya di Indonesia dikabarkan sedang lesu. Meski diboyong untuk di adu oleh kompetitornya yaitu Suzuki Satria, Yamaha Jupiter MX, dan Honda CSI, akan tetapi penjualannya tidak mencapai angka 150 per bulan yang dikirim ke tangan konsumen.

Penjualan Kawasaki Athlete Pro Semakin Lesu

Menilik lebih jauh New Kawasaki Athlete Pro, motor ini diluncurkan oleh PT. Kawasaki Motor Indonesai (KMI), yang diyakini sebagai baby Ninja ini tampil dengan balutan nuansa elegan ditambah perpaduan warna stripping yang begitu serasi dengan bodi. Motor Athlete Pro ini juga mengadopsi mesin berkapasitas 125 cc. Untuk ketangkasannya, tak diragukan lagi karena dengan ukurannya yang cukup mungil, motor ini masih tetap lincah meliuk-liuk di jalanan.

Secara desain, motor Kawasaki satu ini memiliki tampilan yang menarik dan sporty dengan pengadopsian velg bintang berpalang lima yang didukung dengan penyematan rem cakram untuk kedua rodanya. Untuk sistem pengkabutan, Kawasaki Athlete Pro ini masih memakai sistem karburator dan bukan sistem injeksi, sehingga penggunaan bahan bakar tidak begitu optimal dengan emisi gas buang yang tidak berstandar Euro 3.

Secara detail, motor bebek ini dibekali dengan mesin kapasitas 125 cc 4 langkah SOHC dua katup yang dapat menyemburkan tenaga maksimal sebesar 9,9 PS perangkat 8.000 rpm dan torsi maksimum 8,6 Nm perangkat 6.000 rpm. Untuk suspensinya menggunakan teleskopik fork dan belakang mengandalkan suspensi jenis swing arm monoshock.

Meski mengusung spesifikasi ya mumpuni tetapi amat disayangkan jika penjualannya lesu. Terkait dengan lesunya penjualan motor bebek tersebut, pihak KMI juga menyadari akan hal tersebut dan mereka tetap memproduksi sepeda motor Kawasaki Athlete Pro tersebut untuk mengisi deretan bebek underbone Kawasaki, serta untuk memberikan nuansa model yang lebih fresh kepada para konsumennya.

Pihak KMI juga menjelaskan bahwa varian motor bebek sport Kawasaki tersebut sebenarnya sudah masuk pasar sejak tahun 2008 silam. Namun jumlah produksi motor ini disesuaikan dengan permintaan konsumen saja. Jadi semisal ada pesanan Kawasaki Athlete Pro sebanyak 100 unit, maka pihaknya hanya memproduksi 100 unit saja. Untuk target pemasaran motor murah Kawasaki ini, pihaknya juga tidak begitu memaksakan karena sudah disokong oleh penjualan motor sport Kawasaki yang kian meningkat di deretan Kawasaki Ninja 250.

Kabar terbaru, bahkan motor ini digosipkan akan discontinue atau tidak akan diproduksi lagi oleh pihak Kawasaki. Namun sejauh ini belum ada kabar resmi.

 

Do NOT follow this link or you will be banned from the site!